Manajemen Umum

Minggu, 26 September 2010

|
MANAJEMEN UMUM


Pendahuluan
Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian arena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya.
Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

I. Pengertian Manajemen

Definisi Manajemen
Mary Parker
Manajemen adalah : Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
Definisi di atas dapat diartikan bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau diartikan dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri

Stoner
Manajemen adalah : Proses Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
Definisi di atas dapat diartikan bahwa merupakan suatu proses kemampuan atau keterampilan pribadi karena manajer tanpa memperdulikan kecakapan dan keterampilan khusus mereka, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.

Proses kegiatan manajemen yaitu :
·         Perencanaan (Planning)
Manager memikirkan kegiatan-kegiatan mereka sebelum dilaksanakan, kegiatan ini berdasarkan metoda, rencana atau logika, bukan hanya atas dasar dugaan atau firasat.
·         Pengorganisasian (Organizing)
Manager mengkoordinasikan sumber daya – sumber daya manusia dan material organisasi, karena kekuatan suatu organisasi terletak pada kemampannya untuk menyusun berbagai sumber dayanya dalam mencapai suatu tujuan, semakin terkoordinasi dan terintegrasi kerja organisasi, semakin efektif pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Pengkoordinasian merupakan bagian vital pekerjaan manager.
·         Pengarahan (Leading)
Manager mengarahkan, memimpin dan mempengaruhi para bawahan . manager tidak melakukan semua kegiatan sendiri, tetapi penyelesaian tugas-tugas esensial melalui orang-orang lain. Manager tidak hanya memberi perintah, tetapi menciptakan iklim yang dapat membantu para bawahan melakukan pekerjaan secara paling baik.
·         Pengawasan (Controling)
Manager berupaya  untuk menjamin bahwa organisasi bergerak kearah tujuan-tujuannya, jika ada beberapa bagian organisasi mengarah pada jalur yang salah, maka manager harus membetulkannya.
Manajemen Sebagai Ilmu Dan Seni.

Luther Gulick
Manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi manusia.

Hubungan antara teori dan praktek dapat dijelaskan dalam lajur dibawah ini :

Praktek               Menimbulkan suatu teori                      menghasilkan prinsip- prinsip             yang akan menjadi kaidah-kaidah             dasar pengem-bangan kegiatan manajemen dalam prasktek
Dapat diartikan bahwa teori dan praktek manajemen adalah saling tergantung satu dengan yang lain
Kesimpulan :
Manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni tetapi kombinasi dari keduanya. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. Pada umumnya para manager efektif mempergunakan pendekatan ilmiah dalam pembuatan keputusan, apalagi dengan perkembangan peralatan komputer. Dilakin pihak dalam banyak aspek perencanaa, kepemimpinan, komunikasi, dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia, bagaimanapun manajer harus juga menggunakan pendekatan artistik (seni)

II. Tingkatan Manajemen
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manager menjadi tiga golongan yang berbeda :
·         Manager Lini (pertama)
Tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional, disebut manajemen lini / garis – pertama (first – line atau first – level)

Firt Line Manager sering disebut dengan :
-      Kepala
-      Pimpinan (Leader)
-      Mandor (Foremen)
-      Penyelia (Supervisor)

·         Manager Menengah (Midle Manager)
Manajer menengah yang membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manager lainnya serta karyawan operasional.
Sebutan lain dari manager menengah adalah :
-      Manajer departemen
-      Kepala Pengawas (suprintendents)

·         Manager Puncak (Top Manager)
Manager puncak yang bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi
Sebutan lain dari manager puncak adalah :
-      Direktur
-      Presiden
-      Kepala devisi
-      Wakil presiden senior

Tingkatan-tingkatan manajemen dalam suatu organisasi dapat digambarkan sebagai berikut

Fungsi-fungsi Manajemen
Tingkatan manajemen dapat dibedakan menjadi dua fungsi yaitu :
·         Manajemen Administratif
Manajemen administrative berfungsi lebih ditekankan dengan penetapan tujuan dan kemudian perencanaan, penyusunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan
·         Manajemen operatif
Manajemen Operatif berfungsi lebih mencakup terhadap kegiatan memotivasi, supervise, dan komunikasi dengan para karyawan untuk diarahkan  agar mendapatkan hasil secara efektif

Berdasarkan ruang lingkup kegiatan manajer dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu:
-      Manajer fungsional
Manajer mempunyai tanggung jawab hanya atassatu kegiatan organisasi, kegiatan dari fungsi-fungsi lainnya berada dibawah tanggung jawab manajer fungsional  lainnya.

-      Manajer Umum
Manajer yang mengatur, mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja

Ketrampilan-ketrampilan Manajerial
Menurut Robert L Kare Manager skill terbagi 4 kelompok  yaitu :
1.    Conceptual skill (keterampilan konseptual) yaitu :
Kemampuan mental seorang manager dalam mengkoordinasikan dan menintegrasikan seluruh kepentingan dalam kegiatan organisasi.
2.    Human skill (Keterampilam kemanusaiaan) yaitu :
Kemampuan untuk bekerja dengan memahami dan memotivasikan orang lain baik secara kelompok maupun secara individu
3.    Administrasi skill (Keterampilan administrasi) yaitu :
Seluruh keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan pengoranisasian penyusunan, kepegawaian dan pengawasan
4.    Tehnical skill (Keterampilan teknik) yaitu :
Keterampilan atau kemampuan untuk menggunakan peralatan-peralatan atau prosedur-prosedur dalam suatu bidang tertentu.


III. Evolusi Teori Manajemen
Teori Manajeman Klasik
Tujuan dari scientific Managemen (1870)
Menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik

Pada masa management secara ilmiah manusia dianggap sebagai tenaga kerja rasional dan ekonomi dimana manusia disamakan dengan mesin

Pelopor teory organisasi klasik รจ Hendry Fayol (Prancis) dalam bukunya :
Administration Industrielle et geneelle (Administrasi industri dan umum)

Dalam bukunya tersebut mengemukakan teory dan teknik administrasi sebagai pedoman pengelolaan administrasi yang kompleks

Teori Perilaku
·         Prinsip-Prinsip Dasar Perilaku Organisasi
Prinsip dasar perilaku organisasi disimpulkan oleh beberapa tokoh manajemen moderen sebagai berikut :
a.    Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknis secara ketat (peranan, prosedur, prinsip)
b.    Manajemen harus secara sistematik, dan pendekatan yang digunakan harus dengan mempertimbangkan secara hati-hati
c.    Organisasi sebagau suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
d.    Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan

Teori Kuantitatif (Riset Operasi dan Ilmu Manajemen)
Ditandai dengan perkembangan tim-tim riset operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri, sejalan dengan perkembangan dunia teknologi, prosedur-prosedur riset operasional kemudian diformulasikan dan disebut dengan aliran Management Science.

Langkah-langkah pendekatan Management Science adalah sebagai berikut :
a.    Perumusan maslah
b.    Penyusunan suatu model matematis
c.    Mendekatkan penyelesaian dari model
d.    Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model
e.    Penetapan pengawasan atas hasil-hasil
f.     Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi

Evolusi Teori Manajemen
Perkembangan teori manajemen untuk masa dating adalah :
a.    Dominan
Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna
b.    Divergence
Setiap aliran melalui jalur sendiri
c.    Convergence
Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur
d.    Sintesa
Masing-masing aliran berintegrasi
e.    Proliferation
Adanya kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi
         
          Aliran teori manajemen dapat dibedakan menjadi 6 yaitu :
          Aliran akuntasi manajerial
a.    Aliran ekonomi manajerial
b.    Aliran thesis organisasi
c.    Aliran hubungan manusiawi dan prilaku manusia
d.    Aliran kuantitatif (Matematik dan statistic)
e.    Aliran teknis industri

Pemikiran aliran manajemen terbagi 6 yaitu :
a.    aliran operasional dan proses manajemen
b.    aliran empiric atau kasus
c.    aliran prilaku manusia
d.    aliran system social
e.    aliran teori keputusan
f.     aliran matematik

IV. Manajemen dan Lingkungan Eksternal
-      Definisi Lingkungan
Merupakan atas unsur-unsur diluar organisasi yang sebagian besar tak dapay dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan seorang manajer

Faktor-faktor Lingkungan Eksternal Mikro dan Makro
1.    Lingkungan External Mikro
Hubungannya : Lingkungan yang paling dekat dengan organisasi dan berpengaruh secara langsung ke dalam suatu organisasi

Supplier        ____ Penyediaan
Competitor    ____ Saingan
Custumer     _____ Langganan

Lembaga Pemerintah
Akan memberikan pengaruh secara langsung ke dalam organisasi

Lembaga Keuangan
Merupakan suatu Fatner dalam suatu perusahaan yang merupakan suatu sumber dana perusahaan

2.    Lingkungan Ekternal Makro
Memberi pengaruh secara tidak langsung kepada suatu organisasi
    • Teknologi
Sangat berpengaruh kepada perkembangan teknologi cepat berkembang

    • Ekonomi
Dimana ekonomi ini akan membawa pengaruh pada suatu organisasi

    • Sosial Budaya
Dimana social budaya ini akan membawa pengaruh di dalam suatu organisasi
Misal :
-          Agama
-          Tradisi
-          Peraturan
-          Adat-istiadat dll

    • Politik dan Hukum
Dimana politik dan hokum ini dapat merupakan ancaman dan juga dapat berupa peluang yang dapat memberikan kemudahan dalam pengurusan prosedur-prosedur tertentu.

Tanggung Jawab Sosial Manajer
Artinya : bahwa managemen haris memperhatikan danpak social ekonomi dalam pembuatan suatu keputusan

Tanggung jawab manager ini merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan seorang manager karena aspek ini merupakan syarat utama berhasilnya suatu perumusan untuk jangka panjang. Dengan demikian manager harus dituntut mengimplementasikan etika perusahaan (The Etic of Managers)
Terutama hubungannya dengan langganan, karyawan, penemu teknologi, lembaga pendidikan, perusahaan lain, supplier, pemerintah dan masyarakat umum.
Etika pembinaan merupakan kewajiban seorang kepada masyarakat bagaimanapun juga etika seorang manager akan sangat mempengaruhi keputusan dan kegiatan organisasi tentunya, etika seorang manager harus berdasarkan kepada nilai atau sekandal moral yang dianggap baik dalam lingkungan suatu masyarakat.

Ada 5 (lima) faktor yang mempengaruhi keputusan pada masalah etika
1.    Hukum, Menurut hukum yang berlaku
2.    Peraturan Pemerintah
3.    Kode Etik industri dan perusahaan
4.    Tekanan-tekanan sosial
5.    Tegangan antara standar perorangan dengan organisasi


sumber : www.google.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Gunadarma University

Gunadarma University
UG

Visitors

free counters

Followers

CBox

Diberdayakan oleh Blogger.
 

twitter

Lorem

Ipsum

Dolor